Siapkan sesi yang sederhana

Mulailah dengan dua atau tiga bar, air minum, dan kertas catatan. Hindari wewangian kuat di sekitar tempat tasting. Baca komposisi terlebih dahulu, terutama bila ada bahan yang perlu Anda hindari. Catat nama bar dan persentasenya agar kesan yang muncul tidak tertukar.

Amati, patahkan, cium

Perhatikan permukaan dan bentuk cokelat, lalu patahkan sepotong kecil. Bunyi patahan memberi satu petunjuk tentang kondisi fisiknya, tetapi tidak cukup untuk menilai keseluruhan kualitas. Dekatkan ke hidung dan tuliskan aroma pertama yang terlintas. Kata sederhana seperti kakao, buah, atau panggang sudah berguna.

Ikuti rasa saat meleleh

Letakkan potongan kecil di mulut dan beri waktu untuk meleleh. Perhatikan manis, pahit, asam, serta rasa sepat atau kering yang mungkin terasa. Pisahkan tekstur dari rasa: halus, berpasir, atau cepat meleleh adalah pengamatan yang berbeda dari fruity atau pahit.

Jangan lewatkan finish

Setelah cokelat ditelan, berhenti sebentar. Apakah rasanya segera hilang atau masih tinggal? Apakah karakter yang tertinggal sama dengan kesan awal? Bilas mulut dengan air, lalu lanjutkan ke bar berikutnya. Jika lidah mulai lelah, jeda lebih berguna daripada terus memaksakan perbandingan.

Buat catatan yang dapat diulang

Gunakan lima kolom: aroma, rasa, tekstur, finish, dan kesukaan pribadi. Bedakan intensitas dari preferensi: rasa yang kuat belum tentu paling Anda sukai. Saat mencicipi Boenbeans, gunakan catatan fruity dan brem beras ketan sebagai titik awal percakapan, sambil tetap terbuka terhadap asosiasi sendiri. Panduan ini untuk eksplorasi pribadi, bukan protokol penilaian profesional.